RENUNGAN YESUS BERJALAN DI ATAS AIR

Mat 14: 22-33

Injil hari ini mengisahkan suatu pengalaman yang menarik: Yesus hadir membawa ketenangan.

“Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-muridnya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: itu hantu! Lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka:”Tenanglah! Aku ini, jangan takut! Petrus berteriak “Tuhan Tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang? ”Matius 14: 24-27.30-31”

Dari pengalaman ini, kita dapat belajar dua hal. Yang pertama, belajar dari sapaan Yesus kepada kepada para murid dan kita semua, “Tenanglah, jangan takut, ini Aku.” Yang kedua, belajar dari Petrus yang hanya mengadalkan dirinya bahwa dia bisa berjalan sendiri tanpa bantuan Tuhan Yesus. Kemudian akhirnya dia sadar bahwa ia membutuhkan pertolongan Tuhan.
Yesus mengajak kita untuk selalu memiliki sikap tenang. Sikap tenang itu menujukkan bahwa masih memiliki iman dan tetap percaya kepada-Nya dalam situasi sesulit apapun. Kita juga dapat belajar dari Petrus untuk berteriak, “Tuhan tolonglah aku!” Permohonan Petrus ini ditanggapi oleh Tuhan Yesus dengan baik. Dengan segera menolong Petrus, meneguhkan dia dengan berkata, “Hai orang yang kurang percaya mengapa engkau bimbang?” Petrus tenggelam karena ia ragu dan bimbang. Tetapi Petrus tahu dan sadar bahwa Yesus ada dekatnya. Maka ia segera memohon kepada Yesus, “Tuhan, tolonglah aku!” Apa yang dialami Petrus ini menunjukkan bahwa dalam hidup, kita membutuhkan Tuhan. Pertolongan Tuhan Yesus datang tepat pada waktunya.

Dalam situasi pandemi ini yang membuat kita takut dan cemas ragu dan bimbang, dan juga dalam situasi sulit apapun dalam hidup ini, kita perlu belajar dari Petrus. Kita diajak untuk tidak takut/ragu karena kita percaya Yesus ada bersama kita. Kita hendaknya selalu berharap kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya. Yakinlah Tuhan ada di sekitar kita, ada di depan kita, untuk senantiasa mengulurkan tangan-Nya menolong kita seperti Ia menolong Petrus. Tuhan pasti menolong kita saat kita ragu dan bimbang, takut da cemas. Ia pasti hadir pada waktunya menyelamatkan kita dari bahaya “tengelamnya” kita di dunia ini.

Mari kita tingalkan kesombongan kita. Kita tinggalkan cara hidup kita yang lama bahwa, selama ini, apa-apa kita bisa melakukannya sendiri tanpa melihat karya Tuhan dalam hidup kita. Kita mungkin merasa lebih percaya pada kekuatan kita dan tidak mengandalkan pertolongan Tuhan. Hari ini Yesus mengajak kita untuk senantiasa datang kepada-Nya, percaya kepada-Nya dan hendaknya semakin sungguh percaya kepada-Nya karena Ia pasti selalu menolong kita.

Yesus berjalan di atas air menunjukkan bahwa Yesus bisa mengatasi segala kekuatan jahat apapun di dunia ini yang membahayakan manusia. Iman kita kepada Yesus hendaknya sampai pada mengakui kelemahan dan kekurangan kita dan mengandalkan Yesus yang menyelamatkan.

Kita manusia kadang seperti Petrus, merasa diri kuat dan bisa “berjalan diatas air.” Manusia kadang merasa kuat dan memiliki kuasa untuk menguasai orang lain. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kadang membuat manusia merasa bisa menguasai dunia. Inilah kesombongan manusia. Kita diajak untuk rendah hati seperti Petrus: cepat mau berjalan di atas air tetapi cepat menyadari bahwa berjalan di atas air itu bukan kekuatannya, maka ia segera memohon kepada Yesus, Tuhan, tolonglah aku!

Marilah kita membaharui diri menjadi selalu rendah hati agar kita kita pun dapat diselamatkan. Mungkin selama ini kita kurang mengandalkan kehadiran Tuhan dalam situasi-situasi sulit kita. Hari ini kita diajak untuk bertobat dan kembali mengandalkan kekuatan Yesus yang menyelamatkan. Yesus adalah penolong yang selalu hadir menolong kita tepat pada waktunya.

Dan dalam situasi pandemi ini, marilah kita mengubah paradigma hidup kita untuk dapat melihat kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita buat sebagai orang-orang yang setia beriman akan Yesus Sang Penolong. Di sekitar kita masih banyak orang yang takut untuk terkena virus corona sehingga mereka tidak bisa keluar rumah untuk mencari nafkah hidup mereka.

Marilah kita menolong mereka dengan meningkatkan solidaritas kita pada sesama, membagi apa yang kita miliki, mungkin ada sembako atau sesuatu yang kita miliki bisa kita berikan kepada sesama yang membutuhkan. Dengan demikian beban hidup sesama dapat diringankan sedikit oleh pertolongan kita.

Selain itu, kita juga diajak untuk mendengarkan saudara-saudari kita yang ingin berbagi pengalaman suka dukanya. Dengan mendengarkan kita dapat memberikan peneguhan dan ketenangan. Dengan demikian saudara-saudari kita pun dimampukan untuk berani keluar dari rasa takut mereka akan kelaparan dan keprihatinan yang lainnya.

Sekali lagi Tuhan menegaskan “Jangan takut ini Aku.” Tuhan yang tak kelihatan itu, hadir dalam diri sesama kita, maka dengan rendah hati kita pun dapat datang kepada Yesus juga kepada sesama untuk saling menimba kekuatan maupun saling menguatkan dan meneguhkan. Apakah kita sudah datang kepada Yesus untuk meminta pertolongan-Nya?
Selamat merenungkan….***

 

Sr. Ruth CB

Yesus Hadir Membawa Ketenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_ID
en_US id_ID