Sr. Aloysius adalah pribadi yang berkesan di hati semua orang yang dijumpainya, berikut adalah kesan-kesan dari para mitra kerasulan, maupun kesan dari para Suster CB)

 

 

 

KESAN PARA MITRA KERASULAN
Kesan terhadap beliau adalah: saya bersyukur berkat kebaikan hati beliau bisa diakui ijasah S1 dan naik peringkat mengarah kepada tenaga pastoral yang profesional. Saya tetap mengunjungi beliau saat ada kesempatan n waktu ke Yogya. Makasih Sr Aloysius sudah berdamai dan tenang jiwamu bersama Allah penciptamu๐Ÿ‘. Kami selalu mendpt perbaikan gizi๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜ (Mba Marietha – Pasosmed jamannya sr aloysius)

 

Saya mengenal Sr. Aloysius Windoe CB , saat beliau menjadi Direktur Pendidikan dan menjadi akrab saat beliau jadi Direktur Perawatan. Kami yang menjadi anak buahnya saat menjadi Kabag, setiap sebulan sekali secara rutin Kabag diundang untuk pertemuan membahas tentang perawatan dan ide-ide yang beliau usulkan. Kami sangat dekat sekali dengan beliau karena beliau mau mendengarkan keluhan, usul-usul dan kami bisa curhat segala hal. Terlebih pada saat kami para Kabag menjadi kepala jaga malam dimana esoknya kami melaporkan segala kejadian yang kami temui saat bertugas. Beliau juga kadang mengajak kami para Kabag refreshing di luar jam kerja layaknya seperti ibu dan anak saja. Beliau sangat-sangat baik dan peduli pada kami semua. Saat beliau pindah ke St. Anna pun kami berkunjung kesana dan disambut dengan hangat, bahagia. Itulah sedikit kenangan yang tidak pernah kami lupakan.
Ini adalah pengalaman yang diberikan seorang teman (kakak kelas yang bernama Margayanti)(Ibu Margayanti) Abb: Trima kasih banyak ya Sr Monique. 

 

Turut berduka cita , semoga arwah Dr Aloysius CB..tenang di Surga. Tahun 2019, saat saya kunjungan ke wisma St Anna, beliau sempat bercanda, โ€œThres….kalau sy meninggal, datang ke Jogya ya.โ€ Saya jawab… (Sambil bercanda juga) Sr Aloysius .. tetap semangat… sehat, nanti ada waktu.. saya main kesini lagi (beliau sambil dorong kursi roda dan merapikan tanaman potnya) Wah, (sayang) ini lagi Covid (tidak bisa datang ke Yogya). Dari bidan.: Theresia Lim

Mba Artha

 

KESAN PARA SUSTER

YUNIOR

       

Susterrr Aloysius tu mengajak untuk selalu gembira dalam panggilan. Waktu itu, aku godain beliau” suster cantik sekali” terus beliau senyum-senyum ,” Halah kamu itu…” Terus aku diajak ke kamar lihat foto mama papanya , beliau sangat bangga dan sayang mama papanya…

Ini adalah moment agak konyol juga sihh hihihi, sr Aloysius mengajariku untuk olahraga pipi, biar pipinya gak jatuh, ” pipi kamu tembem, ayo tiap hari di gerakin ke atas biar gak jatuh ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†”

 

 

 

Tanaman itu punya sr , beliau setia bgt ngerawatnya, beliau sangat perhatian dengan banyaknya air yg mesti di siram, gak heran kalo mas yg membantu di St Anna, diingetin, biar tanamannya gak busuk karena kebanyakan air ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

 

 

Beliau sangat mengagumi tanaman itu, ” lihat, betapa indahnya ciptaan Tuhan, cantikk bentuknya unik2, bagus, saya senang melihatnya…”

๐Ÿ‘ง: sr poto bareng yukkk…
๐Ÿ‘ฉ: Ayokk, saya maunya dekat tanaman biar hijau2, ayo dorong saya kesana….๐Ÿ“ธ๐Ÿ“ธ๐Ÿ“ธ

 

Sr Aloysius, dengan semangat dan bangganya berbagi kisah panggilan

 

 

 

She said: suster muda sekarang kemayu.

 

 

 

 

 

๐Ÿ‘ง: sr doain saya yaaa
๐Ÿ‘ฉ: Ya tentu, siapa nama kamu…sini saya catat ๐Ÿค—๐Ÿค—

 

 

 

 

 

Selamat jalan Eyang Sr. Aloysius

Aku merindukan momen-momen, di mana aku mendapatkan banyak nilai hidup, terutama aku diajarkan untuk tetap baik pada semua orang siapapun itu. Susterku, aku mencintaimu. Aku juga bersyukur bertambah lagi satu orang pendoa di Surga untuk Kongregasi dan kami semua. #sugengtindakeyang #restinpeace #jadilahpendoabagikami. (Sr. Ruth)

 

 

 

 

Paskah 2014. Masih hangat di ingatanku ketika Sr. Aloysius dengan sangat bersemangat menceritakan pengalamannya dengan orang-orang muda di Bandung. Terlebih anak-anak muda yang aktif di Kapel RS. Borromeus. Ceritanya begita hidup sampai mampu menginspirasiku dalam mendekor kapel Maria Bintang Samudra. Maka jadilah seperti yang beliau sharingkan kepadaku. Malam paskah yang semarak, khidmat dan menyentuh sanubari. Di mana ketika alleluya dinyanyikan dalam gelapnya malam tiba-tiba terdengar bunyi yang mencuri perhatian dan sesaat setelah itu terlihat sianar terang yang membunuh kegelapan. Batu terguling dan Yesuspun bangkit. Kisah malam paskah itu mendadak menjadi perbincangan hangat, banyak yang terkesan dan banyak yang merasa memiliki pengalaman baru. Skenario malam paskah itu adalah bukti bahwa begitu dekatnya Sr. Aloysius dengan banyak orang muda. Akupun demikian. Beliau begitu mencintai, begitu spontan tetapi begitu tulus. Aku ingat betul harusnya aku yang berterimakasih karena telah menginspirasiku dengan banyak kisahnya. Namun justru ia yang setiap kali mengucapkan terimakasih. Bukan hanya itu beliau masih juga memberikan uang sebesar Rp 125. 000 untuk kami panitia paskah. “Chris, ini untuk beli ice cream ya” katanya. Bukan materi memang. Tapi sentuhannya terhadap setiap pribadi selalu lahir dari hati. Terimakasih eyang untuk inspirasi yang bagaikan sinar terang dalam gelapnya malamku. Selamat jalan… (Sr. Christine)

 

MEDIOR
Sr. Aloysius CB. sangat care dengan yang muda, saat kami satu komunitas di carolus beberapa tahun, selalu menyapa ayo makan biar tidak sakit, ayo kalian masih muda masih panjang harapan untuk kongregasi, setiap makan pagi dan malam selalu satu meja , beliau semangat untuk berbagi cerita pengalaman perutusannya termasuk jika berhadapan dengan mahasiswa. Beliau juga orangnya rapi dan bersih, itu sekelumit pengalaman bersama sr Aloysius, CB. (Sr Roosidetta)

Sugeng tindak… (Sr. Aloy.) Sr. Wulan ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™sapaan akrab dan permintaan beliau.. Wulan adl wanita lanjut usia. Tidak mau di panggil Sr Eyang. Cepet tua katanya๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ( Sr. Rosalinda)

Beliau jiwa sosialnya tinggi…beberapa kali memberi dana untuk sego mubeng. (Sr. Antari CB)

 

SENIOR
Sr. Aloysius salah satu kakak dalam biara yang menjadi inspirasi, dan selalu menyemangati dalam merawat pasien. Disiplin, tegas, namun perhatian pada mahasiswa maupun kolega. 
Saat pertama kali bertemu, saya sebagai yunior dalam satu komunitas, sekaligus mahasiswa Akademi Perawat Sint Carolus, terkesan galak dan sedikit menakutkan dg sorot matanya yang tajam dan kacamata yang tebal.
Itu terjadi sekira 32 thn yll. Mata kuliah Etika memang terasa ‘membosankan’ bagi kawula muda pada umumnya, sehingga tidak sedikit teman2 kuliahku yang kurang fokus dan mendapatkan nilai C. (wkwkwk…). Dan memang Sr. Aloysius cukup obyektif dalam memberikan penilaian, termasuk penilaian pada sesama suster di komunitas.
Kemudian bulan demi bulan berganti tahun, saya semakin mengenali karakter beliau yang baik. Selain dosen di Akper, beliau juga sebagai kepala unit pasosmed di rumah sakit. Perhatian dan tanggungjawab beliau sangat nampak bukan hanya kepada para pasien dan keluarga pasien, namun terhadap anak buah dan para mitra karya dengan senyum sapanya yang ramah, dan tertawanya yang renyah…spontan namun obyektif.
Beberapa kali beliau sharing tentang ilmu-ilmu dan tata nilai yang diperolehnya dalam masa pendidikan formal maupun pendidikan biara di jaman Belanda. Semangat Bunda Elisabeth dan Santo Carolus sungguh mewarnai seluruh hidup dan pengabdian beliau. Tentu sebagai manusia biasa, tetap ada beberapa kelemahan namun sebagai pribadi yang memiliki relasi mendalam dengan Sang Tersalib dan hidup doa yang terpelihara dengan baik, beliau tidak segan2 mengakui dan meminta maaf atas hal yg kurang berkenan di hati sesama.
Saya sungguh kehilangan pribadi yang memiliki komitmen, compassion, inspiratif, penggembira, penuh semangat, perhatian, dan mendalam dalam hidup doa.
Sugeng tindak Bu dosen. Semangat Sr sebagai perawat sungguh menginspirasi. Matur nuwun. Teriring doa.

Selamat jalan Sr. Aloysius Windoe CB. Doakan kami yang masih berjuang di tengah pandemi dan erupsi Merapi yang belum pasti ini. Terimakasih atas kesaksian hidup Suster.
Teriring doa ku. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ (Sr. Theresina CB)

 

Sekilas mengenal dengan Sr Aloysius dalam ceritanya dengan saya antara lain:

1. Beliau sangat suka tanaman, dan merawat tanaman tersebut di depan kamarnya dan bagaimana caranya sehingga bisa punya pot-pot utk tanaman tersebut? Saat hari ulang tahunnya dan ditanya oleh saudaranya, “Mbak, mau minta apa?” Jawabnya, “Minta pot kalau boleh.” Dan dengan suka cita setelah mendapatkan lalu mulai menanam. Dan memang dirawat dengan baik, hasilnya bagus, subur

 

2. Kalau makanan sukanya lemper, kue kastengel buatan ibu atau saudara/saudarinya,

3. Beliau muda bersahabat dengan siapa saja, bersaudara, beliau juga mencintai keheningan dalam hidupnya, seorang pendoa, dan suka menasehati dengan hal-hal baik yang mendukung panggilan,

4 .disiplin, tekun,rapi, atensi dengan org lain, berani bertanya kalau itu masih asing โค๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿป๐ŸŒน (Sr. Felisia CB)

 

Kesan saya ketika pernah satu komunitas di Carolus untuk Sr. Aloysius
Suster Aloysius orangnya sangat perhatian dan sangat mencintai keperawatan, beliau yang menyemangati para perawat untuk maju dan berkembang. Orangnya rapi, tekun, tidak mudah menyerah dalam tantangan-tantangan dan selalu memberi yang terbaik untuk suster-suster yunior saat kami masih jadi yunior. (Sr. Constansia CB)

Sr. Aloysius suka tanaman. Tanaman untuk hiburan, tetapi malahan sering bikin marah, gara-gara orang lain nyirami. Kasihan, bikin jantungnya sering kambuh. Heee. Sekarang sayangilah sr, tanaman yang di surga. Kalo sudah berbunga diaturke ke Bunda Maria ya. Salam hormatku kagem Bunda Maria. (Sr. Elina)

Sr Aloysius CB lulusan ICU Australia adalah Suster CB pertama bertugas di ICU RS Carolus Jkt.

Foto tahun 2019 di Ruang Tamu Biara St Anna. Para karyawan dari RS St Borromeus Bandung mengunjungi Suster-suster CB yang pernah bekarya di RS St Borromeus Bandung. (Sr. Johanni)

 

 

 

 

Yang aku alami bersama Sr. Aloysius; kalau dilihat sepintas dia suster yang sombong, tp kalau sudah mengenalnya dia penuh persahabatan, mencintai tugas yang dipercayakan kepadanya dengan penuh tanggung jawab, pencinta keindahan dan dengan sungguh membimbing adik-adik dalam tugas demi perkembangan karya Kesehatan. (Sr. Monique)

Masih ingat saya dulu satu komunitas Borromeus dgn alm. Sr. Francine dan sr. Aloysius, sayangnya mereka tidak cocok dan mereka sekarang satu komunitas di Surga. Selamat bertemu dan beristirahat abadi bersama Bapa di Surga AMIN ๐Ÿ™๐Ÿ™ (Sr. Imma Rumanti)

Sr. Verona:
Saya mengenal di komunitas Carolus 1992
1. Berperhatian fokus
2. Bekerja serius
3. Membuat konsep pembinaan suster-suster muda sy membantu mengetikan pada waktu itu
4. Serius terlibat pekerjaan yg diberikan oleh konggregasi
5. Humor dikit

Kesan saya pada Sr. Aloysius CB, beliau selalu mensupport adik-adik Sr. CB sebagai penerus. Tegas lugas dan luas wawasan. (Sr. Zita)

Saya cukup lama bekerja sama dengan Sr.  Aloysius di Bag. Pendidikan di RS. St. Borromeus. Permulaan memang konflik karena kami berdua sama-sama punya prinsip. Tapi karena ada keterbukaan hati, kami dapat bekerja sama baik sekali. Saling mengisi, dinamis, maju, justru karena ada perbedaan pendapat dan ide. Selain dapat bekerja sama, kami menjadi sahabat sampai tua. Kami sering saling menulis saurat, dalam 3 bahasa. Dalam surat selalu ceritakan hidup rohaninya dan persatuannya dengan Yesus kekasihnya. Selalu bersyukur dan terimakasih karena walaupun sakit (ca) Yesus masih menyembuhkan dan memberi hidup yang panjang. Cerita saya bisa panjang. Kami sering sharing dari hati ke hati tentang Kasih Tuhan dalam hidup. Saling memberi apa yang kami miliki. Sekian dulu ya. Salam kasihku ya Sr Alo…kepada Yesus Yuhan dan sahabat kita. Selamat jalan Susterku. Maaf salah krn air mataku… (Sr. Arnolfine)

Sr Aloysius selamat jalan menuju rumah Bapa. Banyak kenangan dan pembelajaran yang boleh aku terima selama bersama di St Anna. Doakan kami dari surga (Sr. Karina)

Selamat berjumpa dengan Bapa yang baik bersama Tuhan Yesus yang sangat mencintai Sr Aloysius serta Bunda Maria dan para Kudus di surga, doakan kami yang masih di dunia dan Kongregasi ya, sugeng tindak, kami dari komunitas mengiringi dengan doa ๐Ÿ™๐Ÿผ(Sr. Resdian)

 

PARA MISIONARIS
Sr. Aloysius sangat perhatian sekali dan bilang, selalu mendoakan para misionaris dan menyediakan waktu secara khusus untuk mengetahui dan mendengarkan kisah dan perkembangan missi dan menawarkan sesuatu kalau bisa membantu. (Sr. Theresiata CB)

 

 

 

RIP Sr. Aloysius. Terimakasih atas teladan hidup membiara Anda. Saya belum pernah hidup sekomunitas, tetapi kalau saya berlibur ke Indonesia dan mampir di Carolus atau St. Anna. Beliau selalu penuh perhatian, auranya kedalaman hidup rohaninya begitu terasa. Beliau sering sharing pengalaman di usia senjanya. Bersyukur atas segala kesempatan apapun yang diberikan oleh kongregasi padanya. Selamat jalan Sr. Aloysius. Doakan kami juga. Amin. ๐Ÿ’๐Ÿ™โค๏ธ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ช (Sr. Karita)

 

Maaf ggu..mau minta tolong utk putarkan lagu ini di samping almahrum sr aloysius ..beliau sdh berpesan pd salah satu karyawan borromeus (Bapak Petrus, seorang perawat anak didiknya sr aloy..) untuk menyanyikan lagu ini kalau dia di panggil Tuhan.. Tapi karena kondisi tidak memungkinkan untuk pergi layat ke Jogja Bapak ini merekam lagu yang dinyanyikan khusus utk almarhum.. Tolong di putarkan ya di samping Sr. Aloysius. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
Judul lagu nya DEBU. (Sr. Ika)

Kartu Natal Terakhir yang beliau kirimkan
Sr. Cecila, teman satu angkatan yang sekarang tinggal sendiri.
Foto bersama Teman Angkatan
Foto bersama para Suster

 

Untaian Kata Para Sahabat Sr. Aloysius CB

4 thoughts on “Untaian Kata Para Sahabat Sr. Aloysius CB

  • 09/01/2021 pukul 7:24 am
    Permalink

    Sangat menyentuh hati, jadi sedih ditinggal. Tetapi Yu Tri (panggilannya) sudah istirahat dengan damai dan bahagia bersama orang 2 kudus di surga.
    Terima kasih ya Suster Suster tercinta. Saya tidak akan melupakan kebaikan suster2 kepada Sr. Aloysius Windoe.
    Mohon dimaafkan untuk kesalahan 2 nya.
    Tuhan memberkati Suster Suster semua.
    Salam kasih, sehat dan bahagia untuk Suster semua.
    Dari : Tuti Windoe adik kecil dari Sr.Aloysius ๐ŸŒน๐ŸŒน๐Ÿ™

    Balas
    • 09/01/2021 pukul 9:20 am
      Permalink

      Mur: Sugeng tindak Yu
      ., yu Tri sdh bahagia bersama para Kudus dan sdr2 kandung serta Bpk-Ibu.,spt kerinduan yu Tri selama ini. Sykur kpd Allah.

      Balas
  • 09/01/2021 pukul 8:26 am
    Permalink

    Terima kasih Bude untuk semua bantuan, doa dan wisdom yang Bude lakukan bagi saya beserta seluruh keluarga saya. Semoga Bude dapat beristirahat dengan tenang, diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa2nya dan mendapat kedamaian di Rumah Bapa bersama dengan seluruh saudara2 dan teman2 Bude yang sudah mendahului. ๐Ÿ™๐ŸปSelamat jalan Budeโค

    Balas
  • 09/01/2021 pukul 9:00 am
    Permalink

    Dari paras wajah yang barusan kulihat bersama mbak Ninik, Sr. Aloysius tampak cantiiiik, seperti tertidur sangat pulas, penuh penyerahan diri. Aura kasih Sr nampak masih segar . Sugeng tindak mbak Kucus, Sr. Aloysius
    Trimakasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_ID