“Demi cinta Yesus, aku rela diomong-omongkan serta dikoyak-koyak oleh kebencian, digiling laksana gandum …”

(EG 117)

 

Telah dipanggil menghadap Tuhan dengan tenang, saudari kami yang tercinta:

Sr. Jacoba Soeharti CB

Ia lahir pada 2 Oktober 1933 di Klaten. Mengikrarkan Prasetia Pertama dalam Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus pada 15 Agustus 1950. Meninggal dunia pada Kamis, 12 Agustus 2021 pk 23.30 WIB di RS Panti Rapih, Yogyakarta.

Sr. Jacoba Soeharti CB dikenal sebagai pribadi yang disiplin, pekerja keras, ulet, gigih, mencintai “orang kecil”, dan memiliki cinta yang besar dalam perutusannya khususnya dalam karya pendidikan.

Tuhan asal dan tujuan kehidupan telah memanggil Sr. Jacoba Soeharti CB kembali menghadap-Nya. Semoga ia mengalami kebahagiaan abadi bersama para kudus di Surga.

 

Ibadat Pemakaman dengan protokol kesehatan yang ketat:

Jumat, 13 Agustus 2021, pk 10.00 WIB

di Makam Suster-suster CB, Jalan Affandi CT X/26 Santren, Yogyakarta.

 

a.n. Kongregasi CB

 

Sr. Yustiana CB

Provinsial

 

Foto-Foto Pemakaman

   

Para Suster Kom. Panti Rapih  menghantar keberangkatan Alm. Sr Jacoba ke Makam Mrican Novisiat, di depan biara sambil berdoa rosario

 

Untaian Kata dan Kenangan bersama Para Sahabat

Jika Anda memiliki kenangan/foto/video/dll dengan Sr. Jacoba, silahkan mengirimkan kepada kami: websitesrcb@gmail.com atau WA 0877-4547-4008. Atau silahkan menuliskan di kolom komentar di bawah.

 

RIP
Sr Yacoba CB
KGPAA Mangkunegara IX
Semoga beroleh kedamaian abadi di sorga .Amin 🙏
Sr Yacoba sahabat saya yg sering saya minta tolong kalau ada pasien2 Belanda dan beliau sangat senang membantu. Shg memudahkan komunikasi dengan perawat dan dokter.

 

Kenangan bersama Pengurus YPR dan Direksi

Sr. Jacoba bersama pengurus YPR dan direksi, 29 April 2021
Sr. Jacoba bersama pengurus YPR dan direksi, 29 April 2021

 

Kenangan bersama Ibu Rosa

Dia sdh seperti Mama saya 😭
Gimana saya ndak mewek nek beliau bilang : kamu tuh dulu ndak lahir2 sampe seluruh biara tak ajakin berdoa 😭😭😭

 

Kenangan dari (bekas muridnya 1966-1969)

In Loving memories @2007: Suster Jacoba, CB bersama Bapak Edy

 1966-1967:
Suster Jacoba, CB adalah “pahlawan” bagi kami; anak2 yg dihentikan sekolahnya karna alasan politik. Dalam tubuh yg terbilang kecil tapi gesit itu, kami anak2 yg dipaksa putus sekolah, ditampung oleh Sr. Jacoba dgn tangan terbuka; karna misi beliau adalah : “Menyelamatkan jiwa2 masa depan..” Bagi kami beliau adalah sosok yg mirip dgn kisah nyata Oscar Schindler (pengusaha Jerman) yg dgn penuh risiko, menyelamatkan bbrp ratus orang Yahudi yang ditampung sbg “pekerja pabriknya”, agar terhindar dari pemusnahan massal ras Yahudi oleh rezim Jerman Nazi Hitler 1940an.

Sr. Jacoba dgn gigih dan penuh keberanian menentang usaha Komandan Kodim berkumis tebal, yg saat itu terus menghalangi2 suster menampung anak2 ex. sekolah Tionghua yg ditutup dan diterima sbg siswa di SD Susteran (yg sbtulnya sdh penuh) dan suster rela membuka kelas2 siang/sore manampung ratusan anak yg putus sekolah itu.

Perjuangan suster Jacoba (bersama jg dgn pak Guru Suargi Pak Kho Tjui Ho, ayahanda Rosa Maria Kho) yg penuh dedikasi dan dgn berani “melawan” komandan Kodim; sungguh membuat kami tak hanya mengagumi beliau, tapi terlebih bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, karna telah memberi kami seorang biarawati Katolik spt Suster Jacoba CB.

Selamat jalan Suster Jacoba, selamat jalan ke kedamaian abadi dirumah Bapa. Sosok suster yang kecil itu akan selalu menjadi inspirasi bagi kami dan anak-anak kami, karna kisah kasih suster Jacoba dan Guru2 yg penuh dedikasi juga kami bagikan kpd anak2 kami. Terimakasih Suster.❤️

(Edy Oentorodjati sekolah dari 1966-1969 di TK/SD St Yusup Dagen ketika Suster Jacoba sbg kepala sekolah.)

 

Oktober 2008, pada ulang tahunnya, kami sempat mengumpulkan tulisan dan diredaksikan oleh mas Gendut Janarto (murid beliau juga) lalu kami persembahkan buku tsb kepada Beliau sbg ungkapan syukur dan terimakasih dari para siswanya.

 

 

 

 

 

 

Kenangan berfoto Wefie bersama Ibu Wiwik

(Kisahnya ada di kolom komentar)

 

Kenangan dari Ibu T. A Megawati

Kenangan 70 tahun membiara 15 Agustus 2020

  

Sebuah ungkapan dari Dokter Hani (RS Panti Rapih)

 

Kenangan Para Pensiunan karyawan Yayasan Panti Rapih

Selamat jalan suster Yacoba ..Tuhan selalu menyertai perjalanan untuk menuju ke Rumah.Nya
Dan ikut berdukacita untuk Kel suster2CB yg masih melanjutkan karyaNya

 

Dari Endang Pramuningrum, pensiunan Perawat RSPR

Suster Yacoba aku sangat dekat kalau ada pasien Belanda ….selalu saya minta tolong menjadi penterjemah dalam komunikasi dengan perawat dan dokter dan beliau sangat senang setiap kali diminta tolong. Sugeng tindak suster semoga selalu menjadi pendoa bagi kami. 🙏🙏😌😌

 

Kenangan Reuni Akbar SD Santo Yusup Dagen Tahun 2008

12 Oktober 2008 bersama mantan murid SD St. Yusup Dagen Yk

 

Perayaan 70 Tahun Hidup Membiara Sr. Jacoba 19 Juli 2020

Dalam Ekaristi Perayaan 70 Tahun Hidup Membiara Sr. Jacoba, 19 Juli 2020

 

Kenangan bersama Rekan Sekomunitas di Biara Panti Rapih

Sr. Jacoba bersama para yunior biara Panti Rapih pada perayaan Pesta 60 tahun hidup membiara
Sr. Jacoba di Biara Panti Rapih

 

Kenangan Ketua Umum Yayasan Panti Rapih, Ir. Ambrosius Koesmargono, Phd

“Bagi saya, Sr. Jacoba, CB sungguh sosok istimewa dan tidak akan pernah terlupakan perannya dalam hidup saya.

Dari beliaulah tertanam nilai-nilai tanggung jawab pada tugas. Nilai-nilai budi pekerti ditanamkan mulai dari keseharian yang sangat mendasar, seperti rasa hormat kepada guru atau orang tua.

Di SD Santo Yusuf tempat beliau menjadi Kepala Sekolah, tahun 1971 saat saya duduk di bangku kelas 6 SD ada tradisi Ziarah ke Sendangsono sebelum ujian akhir. Karena saat itu orang tua saya baru saja mendapat cobaan hidup, saya tidak mampu ikut ziarah krn tidak mampu membayar iuran Rp 28. Saya dipanggil Sr Jacoba, ditanyai mengapa tidak ikut, dan di akhir pertemuan beliau mengatakan, “Ini segera dibayarkan ke Wali Kelasmu dan berangkatlah ziarah untuk berdoa mohon dapat mengerjakan ujian dengan baik!”

Itulah momen dalam hidup saya yang takkan pernah dapat dilupakan. Terima kasih Sr Jacoba! Selama jalan ke rumah yang damai nan abadi.

 

Kenangan Sr. Lucilla CB

Kesan saya terhadap sosok Sr. Jacoba CB selama mengalami hidup bersama di Komunitas Panti Rapih selama kurang lebih 5-6 tahun.

Beliau sosok orang yang cerdas, memiliki daya ingat yang sangat kuat, teliti/cermat, orang yang hidupnya sangat disiplin, tertib, tegas, spontan, berkata jujur dan apa adanya, suka kebersihan dan kerapihan, sering menyuarakan kebenaran dari apa yang dilihat dan dirasakan, memiliki kemauan yang kuat, orang yang tangguh, memiliki kemauan untuk maju maka mau mengikuti perkembangan jaman, memiliki rasa ingin tahu yang besar dan memiliki prinsip hidup yang kuat.

Seringkali orang mengatakan beliau orang yang kepala batu (keras kepala), cerewet/bawel, suka mengkritik terutama pada para pimpinan karena beliau punya pengalaman menjadi pemimpin.  Namun setelah saya renungkan banyak benarnya apa yang beliau sering katakan.  Beliau bukan orang pendendam, beliau memiliki rasa kasih yang sama sebagai sesame suster CB meskipun seraca ungkapan sering berbeda dan ditanggapi lain oleh kebanyakan suster.

Beliau orang yang sangat mencintai Kongregasi, maka beliau ingin agar para suster dalam Kongregasi ini hidup seturut teladan Bunda Elisabet dan Yesus Kristus.  Mau bekerja keras, tidak mengeluh, berjuang untuk kemajuan banyak orang dan masyarakat.

Beliau orang yang sangat disiplin dalam hidup berkongregasi, selalu ikut dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Kongregasi, tertib mengikuti acara-acara komunitas terutama dalam doa bersama, makan bersama, rekreasi bersama.  Beliau juga menginginkan tradisi-tradisi dalam Kongregasi tetap dihidupi.  Beliau sering menunjukkan rasa kecewa kalau dalam komunitas melupakan tradisi kongregasi.

Beliau adalah contoh Suster CB yang sangat tertib mengikuti aturan Kongregasi.  Saya belajar banyak dari hidup beliau dalam menghayati hidup membiara.  Selamat jalan Sr. Jacoba CB semoga susterd bahagia di Sorga bersama Bapa dan doakan kami supaya kami tetap menjadi suster CB yang baik.

Salam hormat, Sr. Lucilla CB.

 

Kenangan Sr. Veronica CB

Slmt pg dn slm sehat. Saya mengenal Sr. Yacoba orangnya disiplin, tertib, bersih dan tidak banyak omong. Beliau rajin dn selalu menekuni apapun yang dilakukan. Saya sudah pernah hidup bersama dgn beliau di kom. Santa Anna dn kom. Panti Rapih. Aku ga py foto dgn beliau. Makasih byk

 

Kesan Sr. Imma Rumanti CB

Kesan saya Sr. Yacoba pernah tugas sebagai Misionaris di Tanzania Afrika Timur kota Dar rs Salaam lupa berapa tahun kesan saya waktu itu kebetulan ada orang jual kedelai mentah kita beli dan diolah entah bagaimana sehingga kita bisa makan tempe itu pertama kali saya makan tempe di Tanzania diberi bumbu² digoreng dan sebagian di oseng². Inilah sedikit cerita kebersamaan di Tanzania. 🙏🙏☝️☝️

 

Kesan Sr. Vincenza CB

Begitu keluar dari Noviciat, setelah kaul pertama, saya ditempatkan di komunitas Stella Duce, Yogyakarta. Di sini lah say mengenal sr Jacoba untuk pertama kalinya. Pada awalnya, saya sebisa mungkin menghindari perjumpaan dengan beliau, karena….. wuich, ‘suster kok galak e pol.’
Suatu saat, dalam rangka mendalami Kitab Suci, kami di komunitas diminta membentuk kelompok. Sebagai suster muda yang masih alim (hmmm…..) dan agak takut-takut, saya tidak tahu mau ikut kelompok mana. Tanpa saya duga, sr Jacoba mendekati saya dan menawari apakah mau ikut kelompoknya. Walau agak ‘gemetar’ saya jawab ‘ya’ saja. Pembimbing kelompok kami adakah almarhum Rm. Darmawidjaja pr. Orangnya serius, tapi juga penuh humor. Gaya beliau ini membuat kami merasa rileks dan ini mengakrabkan anggauta kelompok. Saya juga mulai melihat sr Jacoba dari sisi lain. Ternyata kata ‘galak’ yang saya pakai pada awal, mulai berubah menjadi kata ‘tegas.’ Ya, beliau memang sangat tegas dalam prinsip terlebih yang menyangkut kedisiplinan. Dari kelompok Kitab Suci inilah saya mulai akrab dengan sr Jacoba. Bahkan kalau dalam beberapa hal beliau menunjukkan sifatnya yang agak menuntut (menurut banyak suster, disebabkan karena beliau anak ragil/bungsu yang dimanja kakak-kakaknya), saya berani mengatakan: “He..he..he… di biara suster punya banyak adik lho, salah satunya saya.” Dan, kita tertawa bersama. Ini saya sampaikan bukan untuk mengungkapkan ‘sisi negatif’-nya, tapi untuk nenonjolkan sikap mau menerima kritik.
Saya yang semula takut, lama-kelamaan menjadi akrab. Saya tak pernah lagi menyapa dengan ‘suster Jacoba’ tapi dengan panggilan akrab ‘Teng Coba’, ikutan cara murid-muridnya yang bilang ‘Suteng’, karena tak bisa bilang ‘Suster.’
“Teng Coba, selamat jalan. Nikmatilah kesatuanmu dengan Tuhan. Sampai jumpa di rumah Bapa. Jangan manja-manja lagi di sana, ya.”

 

 

RIP Sr. Jacoba Soeharti CB dan Untaian Kata Kenangan Para Sahabat

9 thoughts on “RIP Sr. Jacoba Soeharti CB dan Untaian Kata Kenangan Para Sahabat

  • 13/08/2021 pukul 8:41 am
    Permalink

    Ini adalah foto terakhir yg tersimpan di hp ku. Jauh sebelum covid melanda. Aku mengajari Suster Jacoba untuk wefie. Dan Suster senang sekali langsung bergaya bersama.

    Beberapa hari terakhir kondisi Suster memang sudah menurun sekali. Doa tak putus selalu kupanjatkan 🙄.

    Hilang sudah salah satu sahabat mami yang baik. Aku ingat sekali Suster sering di rumah Mangkubumi. Beliau orang yang disiplin (terkenal galak). Tapi hal yg luar biasa yang aku ingat di masa kecilku adalah: beliau akan berkeliling dengan DKW nya berhenti sepanjang mangkubumi, malioboro, A Yani. Mengecek satu per satu apakah anak2 itu betul pulang ke rumah atau dolan entah kemana sepulang sekolah.

    Aku ingat, kalau aku mengirim macam2 kiriman dari donatur, kata yg terucap adalah: aku weruh cik Tien meneh. Apa yg kamu lakukan itu wes persis koyo mamimu, le mu entengan ngurusi wong akeh 😭😭

    Pagi ini Sr Yosefine dan Srlusiani mengabari tentang kepergianmu. Aku diam sesaat, air mata menetes dan mengambil napas dalam sesaat. 😭

    Suster Jacoba adalah salah seorang yg mengenalku sejak kecil (mungkin sejak bayi), yang selalu bilang: kowe kuwi tak doake mben dino. Kamu ada dalam doaku setiap harinya. 😭😭😭

    Selamat jalan Suster Jacoba dalam istirahat abadimu di Surga. Tolong doakan Wiwik jg dari taman Surgawi ya Suster? 😭😭😭😭

    #susterCB
    #suster
    #RIP

    Balas
  • 13/08/2021 pukul 9:19 am
    Permalink

    Bagi saya suster Jacoba adalah pendidik sekaligus orang tua yg disiplin.tegas tetapi penuh kasih dan pergatian kepada semua orang disekitarnya.
    Suster yg selalu dengan iklas mendoakan kami semua tanpa kami minta
    Setahun yg lalu usai pesta 70 th membiara.suster bercerita bahagia sekali.diijinkan untuk mencapai 70 th hidup di biara dan beliau merasakan perhatian dan kasih yg luar biasa dari keluarga..sanak saudara.sahabat dan mantan muridnya.
    Aku wis lego banget nDra…..wis kelakon 70 th.sekarang saya tinggal menunggu saatnya jika sewaktu waktu harus pulang.
    Selamat jalan suster.tugas suster di dunia ini sudah usai.
    Terima kasih atas segala cinta suster untuk keluarga kami.semua kenangan indah dan pesan suster akan selalu kami ingat.
    Beristirahatlan dengan damai dalam peluk kasih Bapa

    Balas
  • 13/08/2021 pukul 9:47 am
    Permalink

    Suster Yacoba bnyk sekali mengajarkan ttng disiplin…dan kasih…yg menjadi tolok ukur aku dlm menjalani kehidupan saat ini…terima kasih Suster…bnyk kenangan yg tak terlupa…aku ingat ketika kita jalan2 beli daster…sandal atau sekedar makan ayam ingkung …semua itu takkan terlupakan…selamat jalan Susterku…damai dan bahagia disisiNya….

    Balas
  • 13/08/2021 pukul 9:49 am
    Permalink

    Pagi ini ketika kabar duka tiba; ada rasa sedih dan sangat kehilangan yg mendalam atas kepergiannya, tapi ada rasa bahagia, bahwa Sr.Jacoba sudah cepat terbebas dari sakit duniawinya , dan sekarang kembali ke rumah Bapa di surga dalam kedamaian
    Bagi kami sekeluarga, suster Jacoba adalah sudah seperti ibu, bagian dari keluarga.
    Saya adalah salah satu murid di TK Santo Yusuf Dagen, Biarpun terkenal galak , tegas, disiplin tapi hatinya sangat baik dan cinta kepada anak2x… semua anak diperhatikan sampai ke keluarga.
    Banyak cerita, dan contoh- contoh hidup tentang bagaimana berkomitmen, cinta kasih, disiplin, mengabdi,bagaimana berserah, bagaimana taat dengan pimpinan dan jalan Tuhan yg dipilih terwujud dalam banyak karya dan hubungannya dengan sesama, khususnya kepada saya dan semua keluarga saya.
    Setelah lepas TK, saya tetap kontak erat dengan Sr. Jacoba kemanapun bertugas; ke timor timur, ke Tanzania, kembali ke jogja. Setiap kali ke Jakarta, suster pasti menginap minimal berjalan, makan bersama saya. Demikian juga kalau saya ke jogja, saya pasti akan sempatkan datang menengok ke biara. Setiap minggu kamipun sering berkomunikasi melalui telepon.
    Sayang sekali belakangan secara fisik suster sangat mundur meskipun daya ingatnya masih sangat bagus.
    Saya sangat senang , suster sempat merayakan 70 tahun membiara agustus tahun lalu. Perayaan ditengah pandemi, tanpa keluarga yg datang yg semula dikira akan terasa sepi, ternyata tetap bisa meriah dan suka cita bersama seluruh anggota biara.
    Komunikasi saya terakhir adalah saat suster akan dirawat karena positif covid.dan setelah itu saya hanya bisa mendengar berita melalui mba Rini dan mas Agus keponakan suster. Kami mendoakan bersama2x dan Tuhan telah menjawab, Sr. Jacoba telah dibebaskan🤲
    Selamat jalan Sr. Jacoba, doa dan cinta saya menyertai. ❤. Jadilah pendoa bagi kami yang masih berziarah di dunia ini🙏

    Balas
  • 13/08/2021 pukul 11:14 am
    Permalink

    Tidak akan ada habisnya kalau mengenang mengenai Suster, kesederhanaan .. selalu gembira dan bersyukur , tekun, dan penuh kasih.. beberp hal yg selalu sy ingat, ketika mami sakit di RS.. setiap hari meskipun hrs naik bus kota .. suster selalu berusaha datang menemani dan mendoakan.. Begitu perhatiannya pada saya, saya masih menyimpan stocking yg beliau berikan, waktu sy pamit mau ke Lourdes.. langsung dikirim stocking miliknya.. Grace awakmu kuru, disana adem.. ini dipakai biar hangat. Terakhir mengunjungi beliau, banyak sekali cerita2 yg membuat kami tertawa. Ingatannya masih sangat kuat. Beliau benar2 seperti orang tua kami..Sekarang sdh tidak ada lagi yg menelpon bertanya.. sudah makan yg banyak belum, nanti ketemu kudu wis lemu… Selamat jalan suster, tiada yg dapat menggatikan cinta dan perhatian yg sudah suster berikan kepada kami. Terimakasih Yesus, sudah memberikan suster ada di hidup kami… U always in our heart… Saya yakin suster tetap menjadi pendoa bagi kami. Hidupnya hanya berubah, dari sosok yang bisa kami rengkuh , menjadi pendamping yang tidak keliatan tetapi tetap selalu ada…

    Balas
  • 13/08/2021 pukul 2:21 pm
    Permalink

    Purna sudah tugas Suster di dunia ini. Orang bilang Suster galak, tapi tidak bagi kami, Suster disiplin dan kedisiplinan itu yg mendidik kami hingga bisa seperti sekarang ini. Suster pula yg mengenalkan kami tentang Yesus yg menjadi dasar kuat iman saya. 2 th lalu saya senang diajak Ci Ieneke dan Ci Chandra berkunjung ke biara Suster, bisa ngobrol cukup lama dengan Suster,
    Selamat memasuki Kehidupan Abadi di Surga, tapi ajaran cinta kasih dan kedisiplinanmu akan tertera di dalam.hati kami.

    Balas
  • 13/08/2021 pukul 8:03 pm
    Permalink

    Selamat Jalan Suster Semoga Ada dalam Keabadian Bersama Bapak di Surga Amen ,Bgt membaca cerita Sr ….Begitu Terharunya ,selamat Selamat jalan Suster Damai disana.😭😭😭

    Balas
  • 13/08/2021 pukul 10:00 pm
    Permalink

    Sugeng tindak Suster Jacoba. Suster kesayangan kami sewaktu di SD Santo Jusup Dagen ….

    Balas
  • 13/08/2021 pukul 10:52 pm
    Permalink

    Selamat Jalan suster Jacoba. Terimakasih suster telah mendidik kami dengan Kasih, Kedisplinan di SD Santo Yusup Dagen Yogyakarta.
    Berbahagialah bersama Para Kudus di Surga, Doakan kami selalu🙏

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_ID