“29 April 1837… Tuhan memberi kami keberanian dan kekuatan dalam memulai karya ini”

(Elisabeth Gruyters 46)

 

Seratus delapan puluh lima tahun yang lalu, kongregasi CB dimulai dari doa seorang wanita sederhana di kota Maastricht, Belanda yang didoakan selama 15-16 tahun. Bunda Elisabeth Gruyters, pendiri kongregasi menerima jawaban doanya dari Allah di hadapan Bunda Maria Bintang Samodra, bahwa itu akan terjadi, atas kerinduannya untuk dapat diterima di sebuah biara. Tangan Tuhan yang tidak kelihatan menyertai setiap langkah perjalanan panggilannya sampai dilanjutkan oleh para pengikutnya selama 185 tahun, membawa serta semangat ketulusan dalam pengabdian kepada Allah dan semangat kasih pelayanan kepada mereka yang kecil, lemah, miskin dan membutuhkan di berbagai negara, bersama-sama dengan para mitra kerasulan.

 

 

Peringatan Hari Jadi Kongregasi CB ke-185 telah dimulai dari 1 tahun yang lalu, yang disiapkan dan diadakan di masing-masing kawasan. Di antaranya, dimulai dengan

  • launching Logo Perayaan 185 tahun CB, pada 29 Mei 2021,
  • pendalaman tema perayaan spiritualitas Kongregasi setiap tanggal 29, mulai 29 Maret 2021-Maret 2022, di mana setiap bulannya kita mendengarkan kisah sejarah masing-masing kawasan dan mendoakan kawasan tersebut
  • Coin Movement, dilakukan sebagai bentuk kegiatan belarasa, yang dilakukan di karya kongregasi bagi mereka yang terdampak covid-19, dan coin movement di internal kongregasi untuk pembangunan Blessed Home di Vietnam, sebuah rumah untuk lansia dan anak-anak tidak mampu
  • Pembuatan 2 edisi khusus buletin Inter In
  • Pertemuan virtual internasional untuk Bina Awal dan Yunior

 

Di kawasan Indonesia sendiri perayaan 185 tahun CB selain mengadakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama kawasan lain seperti disebutkan di atas, juga membuat buku dan film yang di-launching pada perayaan puncak 185 tahun CB yang dilakukan di Kapel Maria Bintang Samodra, dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, uskup Keuskupan Agung Semarang. Perayaan ini diadakan pada tanggal 29 April 2022 dan bersamaan dengan perayaan ini, dirayakan pula para suster jubilaris yang merayakan 25 dan 50 tahun hidup membiaranya.

 

Pada perayaan ini para suster berkumpul bersama dari berbagai komunitas di wilayah Yogya, Jateng dan sekitarnya, termasuk DPP (Dewan Pimpinan Provinsi) hadir secara lengkap, Sr. Yustiana, Sr. Luisa, Sr. Sesilia, Sr. Yosefin dan Sr. Emmanuella. Para pimpinan komunitas pestawati dari Ganjuran,  Solo Baru, dan Sr. Mary Grace. yang mewakili Dewan Regio Indonesia Timur. Rasanya hampir seperti biasa yang kami lakukan sebelum pandemi setiap ada kegiatan-kegiatan kongregasi, di mana semua kegiatan berpusat di Kapel Maria Bintang Samodra, walau kali ini pelaksanaannya tetap mengikuti protokol pandemi, dengan jumlah umat yang dibatasi, tetap berjarak dan memakai masker. Para Suster dari area barat dan timur tetap dapat mengikuti perayaan ini dari kanal Youtube Suster CB Indonesia dan Komsos KAS yang juga turut membantu men-streaming-kan serta membuatkan film perayaan 185 tahun kongregasi ini.

 

Film yang dilaunching pada perayaan ini berjudul “SIMFONI BELARASA”, berisi kisah kasih perjalanan kongregasi dimulai dari Bunda Elisabeth sampai dengan perkembangannya di masa yang sekarang. Film ini dibuat dalam bentuk animasi yang diperankan oleh Sr. Fernanda dan Sr. Tekla ditambah Sr. Simforiana yang mengalihsuarakan suara Bunda Elisabeth.

 

 

 

Buku yang di-launching berjudul “BERUBAH UNTUK BERBUAH”. Buku ini dilatarbelakangi oleh peristiwa pandemi covid-19, yang mengajak para suster bersama para mitra karya dan kerasulan turut merefleksikan dan menuliskan pengalaman melewati pandemi covid-19. Dimulai sejak pertemuan perdana pada 18 Oktober 2021, dalam buku ini telah terkumpul 110 kisah pengalaman berahmat dari 97 kontributor, yang disusun oleh 9 penyusun dan diedit oleh 4 editor.

 

Sr. Astrid diminta menjelaskan arti logo 185 Tahun CB oleh Mgr. Rubiyatmoko
Mgr. Rubiyatmoko meminta Sr. Birgitta men-sharing-kan pengalaman panggilan selama 25 Tahun Hidup Membiara

Pada perayaan puncak yang dilakukan dalam perayaan ekaristi ini, Rm. Adrianus Maradiyo selaku Vikep Yogya Timur dan Rm. Macarius Maharsono Probho, SJ selaku Romo Paroki Antonius Kotabaru, mendampingi Bapak Uskup, Mgr. Rubiyatmoko sebagai konselebran. Dalam homilinya Mgr. Rubiyatmoko mengundang para suster pestawati untuk menjelaskan arti logo perayaan 185 tahun yang berbentuk bola dunia dengan rantai, virus corona, tunas, dan tulisan “Lihat, aku hendak membuat sesuatu yang baru”. Menurut beliau, ini dapat menjadi simbol yang mengajak kita setelah pandemi ini untuk melakukan sesuatu yang baru, demi kesejahteraan bersama. Kepekaan melihat keprihatian dalam situasi jaman seperti yang diinspirasikan dari kisah anak kecil yang mempersembahkan 5 roti dan 2 ikan dalam Injil, maupun dalam kisah perjalanan Bunda Elisabeth, juga yang sudah diupayakan untuk kita lakukan semasa pandemi ini dalam bentuk gerakan-gerakan belarasa yang perlu terus kita lanjutkan. Selain membuka hati dan telinga juga mau mempersembahkan diri dan kasih untuk kebahagiaan orang lain. Perubahan dalam diri terjadi ketika mengakui kekurangan dan kelemahan dan membawanya dalam terang iman. Berani terbuka untuk berbagai perubahan. Perubahan dalam kongregasi dimulai dari perubahan dari dalam diri sendiri. Berbuah demi buah, yakni kasih yang berlimpah.

Para Pestawati bersama Bapak Uskup, Rm Maradiyo, Rm. Mahar, dan para suster DPP mengikuti launching Film Perayaan 185 Tahun sebelum Perayaan Ekaristi dimulai
Para Pestawati 25 dan 50 Tahun memperbaharui trikaulnya

Para Pestawati 50 Tahun Hidup Membiara adalah: Sr. Marian Mentasir, Sr. Kristian Ngatiyem, Sr. Veroniek Suwarti, Sr. Martini Suryatmi, Sr. Elsa Maryudah, Sr Marintan Sinaga Pestawati

Para Pestawati 25 Tahun Hidup Membiara: Sr. Birgitta Dyah Yuliati, Sr. Astrid Tulus Wisye, Sr. Eduarda Kewa, Sr. Adelaida Somi, Sr. Marisa Nur Trisna, Sr. Stanis Hadia

Profil pestawati: http://www.sustercb.com/profile-pestawati-50-dan-25-tahun-hidup-membiara-2022/

 

 

Terima kasih kepada semua yang telah ambil bagian dalam karya kongregasi CB dalam bidang kesehatan, pendidikan dan sosial pastoral selama 185 tahun ini, bagi para pendahulu, maupun para penerus kongregasi, kita doakan, semoga orang-orang yang telah maupun akan dilayani sungguh dapat merasakan kebaikan Allah sendiri, sehingga nama Allah semakin dimuliakan.

 

Perayaan Hari Jadi Kongregasi CB ke-185

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

id_ID