“Allah yang Maha Baik menghendaki kami tinggal di rumah yang lebih baik lagi…” (EG 57)

 

Setelah dilakukan peletakan batu pertama atas Biara CB Jemur Andayani, Surabaya pada 8 Maret 2020 (https://www.youtube.com/watch?v=NkP0QW64h7E), bangunan biara ini selesai dibangun dan telah direncanakan akan dilakukan pemberkatan biara pada Selasa, 14 Desember 2021. Pemberkatan biara Jemur Andayani dilangsungkan di dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Setyo Kumoro Aji SVD (Pastor Paroki Gembala yang Baik) sebagai selebran utama dan Romo Lucius Tumanggor SVD sebagai konselebran.

Perayaan dengan protokol kesehatan yang ketat ini dihadiri oleh para Suster dari komunitas Jemur Andayani, (Sr. Judith, Sr. Hanna, Sr. Nelly, Sr. Clarina, Sr. Marcella), Sr. Yustiana selaku Provinsial, Sr. Emmanuella CB selaku Anggota Dewan Provinsi, Sr. Franka selaku ekonom, guru dan karyawan dari Yayasan Tarakanita Kantor Wilayah Surabaya, dihadiri pula oleh warga lingkungan Filipus bersama kaum muda.

 

“Alangkah bahagia suasana biara, bila terdapat kesatuan antara para anggota; maksudku ialah jika mereka saling membantu dan berunding, agar karyanya menghasilkan buah demi Allah, sehingga Peraturan Suci dan Statuten dilaksanakan baik-baik.” (EG 79)

Dalam kotbahnya, Romo Lucius Tumanggor menceritakan bahwa ketika Yesus menceritakan tempat tinggalnya, Yesus mengajak para murid untuk ikut dan tinggal bersama, hal ini menunjukkan, bahwa rumah/biara tidak sekedar hanya bangunan, tapi rumah Allah, yang menjadi kehadiran-Nya yang nyata untuk membawa misi mewartakan kerajaan Allah, di mana dari tempat ini, mengalirlah kehidupan, buah-buah iman, ke tempat-tempat karya. Pengajaran praktis yang diperoleh dari Bacaan 1 juga menunjukan dibutuhkannya kasih persaudaraan yang sejati, tidak pura-pura, ramah, perhatian kepada para penderita, menghindari cinta uang, setia kepada Allah, menggantungkan hidup kepada Allah, ada ketaatan kepada pemimpin dan semuanya itu dilakukan dengan gembira.

 

Setelah homili, dilakukan pemberkatan ruang-ruang biara di lantai 1 maupun di lantai 2 yang dilakukan oleh ke-2 Romo dengan diiringi koor dari para guru dan karyawan Tarakanita.

          

Setelah perayaan ekaristi usai, dilakukan penyerahan kunci secara simbolis dari kontraktor PT. Tenda Artika Construction (yang diwakili oleh Bapak Hendraris Suriadjati, Ir.) kepada Sr. Marie Jose CB, selaku ketua Pengurus Yayasan Tarakanita. Selanjutnya, kunci dari Sr. Marie Jose CB diserahkan kepada Sr. Yustiana CB selaku Provinsial, didampingi Sr. Judith CB selaku Pimpinan Komunitas Biara Jemur Andayani.

 

Dalam sambutannya Sr. Yustiana mengungkapkan 2 kata kunci penting bagi biara, yaitu makna mistik dan profetik. Pertama sebagai persekutuan rohani, tempat menimba kekuatan dan inspirasi, sebagaimana spiritualitas Bunda Elisabeth, membangun relasi yang mendalam dengan Yesus yang Tersalib. Relasi tersebut kemudian berbuah pada misi/pelayanan, baik dalam bidang pendidikan, maupun pelayanan bagi masyarakat dan orang muda.

Sr. Yustiana juga mengharapkan, bahwa biara yang difasilitasi oleh Tarakanita ini secara khusus dipersembahkan untuk aktivitas OMK (baik itu sharing, diskusi, pendalaman iman, outbond, doa rosario, latihan koor, menginap, dsb). Suster juga bersyukur ketika rumah ini dapat menjadi tempat untuk banyak orang datang berkunjung dan menjadi rumah dinamis, sebagaimana kapitel provinsi menggariskan: ramah, terbuka, dan formatif, yang membentuk kita semua, untuk bersama-sama mengambil langkah dan ambil bagian dalam keprihatinan masyarakat.

Limpah terima kasih diberikan kepada Romo Aji dan Romo Lucius yang setia memberikan pemeliharaan rohani, kepada Yayasan Tarakanita yang menyediakan fasilitas yang bagus tersebut,  terutama untuk misi kerasulan, bukan sekedar untuk biara. Terima kasih kepada Bapak Hendraris dari PT. Tenda Artika yang membangun dengan bagus. Terima kasih kepada lingkungan Filipus, kel. Leonard Hartanto dan Kel. dr. Jenni, kel. Bapak Albert, Kel. Bapak Frans, kel. Bapak Mardiono, yang telah mendampingi pembangunan biara ini, juga kepada para guru, karyawan dari Sekolah Tarakanita di Kantor wilayah Surabaya, dan kepada semua yang telah berpartisipasi dan turut mendoakan.

Romo Aji dalam penutupnya juga mengungkapkan turut bersyukur bahwa bangunan biara dan TDC sudah seperti ‘kembar’, yang sama baiknya, dan menegaskan kembali bahwa rumah ini tidak hanya ditempati anggota biara, tapi bagaimana biara dapat ini memancarkan kasihnya melalui pelayanan. Romo turut bergembira karena tawaran biara menjadi tempat berkumpul orang muda sehingga bisa membantu mengisi dinamika paroki.

 

 

Semoga biara ini menjadi berkat bagi siapa saja dan mendatangkan Kerajaan Allah.

“Dimuliakanlah Nama Tuhan untuk selama-lamanya. Amin”

 

Pemberkatan Biara CB Jemur Andayani, Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

id_ID