“Tuhan memberi kami berdua keberanian dan kekuatan untuk mengawali karya ini”. (EG 46)

Hari ini, pada 19 Maret 2021, bertepatan dengan perayaan St. Yosef, suami St. Perawan Maria, pk 08.00 WIB (atau pk 09.00 waktu Kalimantan Timur), telah dilakukan peletakan Batu Pertama secara sederhana untuk Biara CB Penajam yang nantinya terletak di Stasi St. Mikael Jl. Gang Dikbud RT 010 Kel. Maridan, Kec. Sepaku, Kab. Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dipimpin oleh Romo Agustinus Adeodatus Wiyono OMI, Pastor Paroki St. Maria dari Fatima, Penajam, dihadiri oleh Sr. Yustiana, Sr. Emmanuella, Sr. Franka, dan Sr. Yosefa, Bapak Dion (kontraktor) serta sejumlah warga setempat.

Sebelumnya Rm Wiyono OMI, memimpin Perayaan Ekaristi dan memberkati rosario dan salib yang dibawa dari Maastricht, Rumah Induk, yang pernah dipergunakan oleh para Suster yang telah meninggal. Dengan harapan, doa-doa para Suster akan menyertai karya ini agar semakin selaras dengan kehendak Allah.

Kehadiran karya baru ini dipersiapkan Sr. Yustiana beserta segenap pengurus PPSB (Perkumpulan Perhimpunan Santo Borromeus) setelah mendapatkan Surat Undangan untuk Berkarya di Wilayah Keuskupan Agung Samarinda tertanggal 3 Juli 2020 dari Mgr. Yustinus Harjosusanto MSF, selaku Uskup Keuskupan Agung Samarinda, setelah sebelumnya dicermati dan mendapatkan persetujuan dari Dewan Konsultor Keuskupan Agung Samarinda.

Karya ini menjadi salah satu kajian mewujudkan tujuan Kongregasi maupun amanat Kapitel Provinsi CB Tahun 2017 untuk hadir di ‘pinggiran‘, melibatkan diri demi kepentingan mereka yang miskin, lemah, dan yang menderita akibat ketidakadilan serta penindasan. Karya pokok yang akan dibangun adalah karya di bidang kesehatan, selain karya pendidikan dan sosial pastoral. Karya ini juga menandai “Seabad RS Borromeus”, yang ingin turut serta mewujudkan kehadiran Gereja – bekerja sama dengan pemerintah di tengah masyarakat – dalam karya nyata sebagai upaya menyebarkan spiritualitas (menampakkan belas kasih Kristus (Kons 43), belarasa kepada Yesus yang Tersalib dengan menyelamatkan jiwa sesama (EG)).

Kehadiran para Suster CB ini adalah yang pertama menginjakkan kakinya di Pulau Kalimantan karena sebelumnya belum pernah ada biara maupun karya di Pulau Kalimantan. Kota Penajam dirasakan memiliki banyak harapan karena masih merupakan kawasan hijau yang penuh dengan oksigen, jauh dari polusi dan limbah, dengan masyarakatnya yang majemuk, terbuka, toleran dan gotong royong, dan ke depan diharapkan akan mulai berkembang dalam teknologi maupun inovasi.

Semoga karya ini dapat dipersiapkan dengan dibangun dari semangat spiritual Bunda pendiri maupun semangat profesionalitas dalam karya bersama para Mitra Kerasulan.

DIMULIAKANLAH TUHAN dalam Para Kudus-Nya dan kuduslah Ia dalam karya-Nya. Amin (EG 144)

 

Peletakan Batu Pertama Biara CB Penajam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_US